OUTING CLAY CRAFTING & OBJECT PAINTING AT KOTA TUA

Sabtu lalu tepatnya di tanggal 3 Oktober 2026, Yisaddi Jakarta mengadakan kegiatan outing di Kota Tua.

Agenda kegiatannya seru, asik dan sudah pasti positif, yaitu mengajak ananda dan keluarga mengikuti Clay Crafting dan Object Painting.

Sebelum dipandu oleh instruktur dari Museum Seni Rupa dari Kota Tua, ananda juga mendapatkan arahan dari Ibu Dra. Dini E. Oktaufik selaku program manager Yisaddi.

Dampak positif Clay Crafting
1. Melatih motorik halus
Meremas, mencubit, menggulung, menekan, dan membentuk clay membantu memperkuat otot jari dan koordinasi tangan.

2. Meningkatkan koordinasi mata dan tangan
Anak belajar mengarahkan gerakan tangan sesuai dengan apa yang dilihat dan ingin dibuat.

3. Memberikan stimulasi sensorik
Tekstur dan kelenturan clay memberikan pengalaman sensorik melalui sentuhan. Ini dapat membantu anak mengenali dan mengeksplorasi berbagai sensasi dengan cara yang menyenangkan.

4. Mengembangkan kreativitas dan imajinasi
Anak bebas menciptakan bentuk sesuai ide dan imajinasinya tanpa harus selalu mengikuti hasil yang sempurna.

5. Meningkatkan konsentrasi
Proses membuat sebuah objek secara bertahap membantu anak berlatih mempertahankan perhatian dan menyelesaikan suatu aktivitas.

6. Membangun rasa percaya diri
Ketika berhasil menghasilkan karya sendiri, anak mendapatkan pengalaman bahwa dirinya mampu menciptakan sesuatu yang bernilai.

Dampak positif Object Painting
1. Mengembangkan ekspresi diri
Melukis memberikan kesempatan bagi anak untuk menyampaikan ide, perasaan, dan imajinasinya melalui warna dan bentuk.

2. Melatih koordinasi motorik
Memegang kuas, mengambil cat, mengoleskan warna, dan mengarahkan kuas membantu mengembangkan kontrol tangan dan koordinasi mata-tangan.

3. Mengenalkan warna dan konsep dasar
Anak dapat belajar mengenali warna, mencampurkan warna, membedakan bentuk, ukuran, serta memahami hubungan antara objek dan warna.

4. Meningkatkan fokus dan ketekunan
Menyelesaikan sebuah lukisan membutuhkan perhatian dan kesabaran, sehingga anak dapat berlatih menyelesaikan aktivitas secara bertahap.

5. Mendorong kreativitas tanpa tekanan
Tidak ada satu hasil yang harus dianggap benar. Anak dapat memilih warna dan cara melukis sesuai kemampuannya.

6. Meningkatkan interaksi sosial
Jika dilakukan bersama teman atau pendamping, kegiatan dapat menjadi kesempatan untuk belajar berbagi alat, bergantian, meminta bantuan, dan berkomunikasi.

Yang terpenting, kegiatan tidak berorientasi pada apakah karya anak terlihat "sempurna", tetapi pada proses eksplorasi, pengalaman, usaha, dan kegembiraan anak selama berkegiatan.

Semoga kegiatan ini bermanfaat dan bisa menjadi pembelajaran baru yang dapat makin mengembangkan kemampuan ananda semua...

#Yisaddi
#YayasanISADDIndonesia
#OutingYisaddi
#Autism
#NeuroDivergent